GPdI Hebron

Gading Serpong

Logo GPdI Hebron

GPDI Hebron Gading Serpong

Gambar Article

KATEGORI



ARTIKEL POPULER



ARSIP

TELADAN SALIB : TEKUN

TELADAN SALIB : TEKUN


Oleh : Pdt. Raimond Sumaa

Ayat Pokok : Ibrani 12:1-3


Kematian Tuhan Yesus di kayu salib telah memberikan pelajaran berharga bagi orang-orang percaya.  Bukan saja karena  Yesus telah menebus dosa-dosa  manusia,  sehingga setiap orang yang percaya kepadaNya beroleh keselamatan;  tetapi melalui salib, Yesus juga mewariskan teladan supaya kita tekun.  Yaitu tekun untuk memikul  salibNya, tekun untuk menanggung segala penderitaan dan persoalan hidup yang   diijinkan Tuhan untuk kita alami.  Ayat 1 menekankan kepada kita untuk tekun dalam perlombaan yang diwajibkan kepada kita.  Setiap orang percaya di dalam menjalani kehidupannya, mempunyai dan menghadapi suatu pertandingan yang wajib dilakukan, yaitu mencapai garis finish kesempurnaan.  Tuhan mau setiap kita yang percaya menjadi gereja yang sempurna, kudus, dan tak bercacat cela; sama seperti Kristus.  Namun untuk memulai perlombaan itu, kita harus menanggalkan segala beban dan dosa yang masih menghalangi kehidupan rohani kita.  Anak-anak Tuhan harus sanggup mematahkan dan menghancurkan kuasa dosa yang begitu membelenggunya.  Ayat 2 mengajarkan kepada kita bagaimana cara melakukan perlombaan itu,  yaitu dengan mata yang tertuju kepada Yesus.  Karena Yesuslah yang memimpin dan membawa iman kita mencapai kesempurnaan.  Perhatikanlah!  Yesus yang merelakan diriNya mati di kayu salib itulah yang menjadi jalan bagi Anda mencapai garis akhir perjalanan hidup Anda.    Yesuslah yang telah membuka jalan bagi kita supaya kita selamat dan beroleh hidup yang kekal.  Oleh sebab itu, ayat 3 menegaskan agar kita selalu mengingat Dia.  Ingatlah kepada Yesus yang telah disalib itu.  Jangan lupakan Yesus yang telah mati dan bangkit bagi Anda.  Melalui salib Yesus rela menderita dan Ia tekun menanggungnya.  Tetapi melalui salib Yesus juga dimuliakan. 


Penderitaan Yesus disalib

Jauh sebelum Yesus lahir, Nabi Yesaya telah menuliskan bagaimana sesungguhnya penderitaan Yesus disalib.  Yesaya 52:14-15 mencatat : Seperti banyak orang akan tertegun melihat dia – begitu buruk rupanya, bukan seperti manusia lagi, dan tampaknya bukan seperti anak manusia lagi – demikianlah ia akan membuat tercengang banyak bangsa, raja-raja akan mengatupkan mulut-mulutnya melihat dia; sebab apa yang tidak diceritakan kepada mereka akan mereka lihat, dan apa yang tidak mereka dengar akan mereka pahami.  Penderitaan yang Yesus alami di kayu salib sangat hebat, siksaan demi siksaan yang begitu kejam Ia terima, sehingga seluruh tubuhNya terluka, sampai- sampai rupanya sudah tidak seperti manusia lagi.   Juga dalam Yesaya 53:2-3 dikata- kan : Sebagai taruk ia tumbuh di hadapan TUHAN dan sebagai tunas dari tanah kering Ia tidak tampan dan semaraknyapun tidak ada sehingga kita memandang dia, dan rupapun tidak, sehingga kita menginginkannya.  Ia dihina dan dihindari orang,  seorang yang penuh kesengsaraan dan yang biasa menderita kesakitan; ia sangat dihina,  sehingga orang menutup mukanya terhadap dia dan bagi kitapun dia tidak masuk hitungan.  Yesus mengalami penghinaan yang luar biasa, bahkan Ia penuh kesengsaraan.  Bayangkanlah!  Betapa pilunya rasa sakit yang harus Yesus tanggung hanya karena Ia mengasihi Anda.  Apakah Anda juga mengasihi Dia?  Mulailah dengan belajar dari teladan salib, yaitu ketekunan.  Sama seperti Yesus yang tekun menanggung segala penderitaanNya, Andapun harus tekun menghadapi apapun juga di dalam perjalanan hidup Anda.  Ketekunan di dalam Tuhan harus menjadi bagian hidup yang Anda miliki. 


Jangan Lemah dan Putus Asa

Ibrani 12:3 dimulai dengan kata perintah : ingatlah selalu akan Dia (Yesus).  Kata “ingatlah” menunjukan suatu pernyataan ketetapan hati dan sikap yang harus terus dilakukan.  Kita harus ingat selalu kepada Yesus, jangan lupakan penderitaan Yesus di kayu salib!  Setiap kali Anda menghadapi penderitaan atau kesulitan apapun, Anda harus ingat pada penderitaanNya disalib.  Mengapa? Ayat 3 bagian terakhir menyebutkan : supaya jangan kamu menjadi lemah dan putus asa.  Karena Tuhan Yesus kuat dan berhasil menanggung penderitan salib, maka kitapun harus kuat di dalam Tuhan.  Ketika Anda selalu mengingat Yesus yang kuat dalam menanggung penderitaan salib, maka kekuat- anNya juga akan diberikan kepada Anda.  Upah dari ketekunan di dalam Tuhan adalah kekuatan Tuhan. Dan jika kekuatan Tuhan sudah menjadi milik Anda, maka Anda tidak akan menjadi lemah dan putus asa.  Orang yang lemah dan putus asa adalah orang-orang yang tidak mendapatkan kekuatan Allah, orang-orang yang tidak tekun di dalam Tuhan.  Persoalan hidup apa yang sudah membuat Anda lemah?  Kesulitan apa yang telah menjadikan Anda putus asa?  Yakinlah, persoalan dan kesulitan itu tidak sebanding dengan penderitaanNya.  Jadi, mari ingat kepada Yesus yang disalib!  Melalui peristiwa Paskah, Yesus membawa kasih dan kekuatan Allah yang tak terbatas bagi Anda. 


Lima Nubuatan tentang Yesus

Alkitab mencatat lima nubuatan tentang Tuhan Yesus, yaitu :  Kelahiran Yesus, Kematian Yesus, Kebangkitan Yesus, Kenaikkan Yesus ke sorga, dan Kedatangan Yesus yang kedua kali.  Empat dari lima nubuatan itu sudah terjadi.  Hanya satu yang belum digenapi, yaitu kedatangan Yesus yang kedua.  Jika yang empat sudah digenapi, maka yang kelimapun pasti akan digenapi.  Tuhan Yesus pasti akan datang kembali, menjemput orang-orang percaya yang sempurna.  Berkaitan dengan ketekunan sebagai teladan salib, maka ketekunan itu akan mengalirkan kekuatan kepada kita untuk siap menghadapi keda- tangan Tuhan Yesus yang kedua.  Dengan kata lain, orang-orang yang layak dan pantas menghadapi kedatangan Tuhan Yesus kembali, adalah orang-orang yang mempunyai ketekunan di dalam Tuhan.  Ketika Anda tekun di dalam dan bagi Tuhan, maka sampai Tuhan Yesus datang kedua kali, Anda tetap kuat oleh kekuatanNya.


Yesus juga mengalami ketakutan dan sangat sedih

Yesus adalah Tuhan yang menjelma sebagai manusia.  Secara manusia, Yesus juga dapat merasakan dan mengalami hal-hal yang manusiawi.  Ketika Yesus berada di Taman Getsemani menjelang penangkapanNya, Ia berlutut dan berdoa  “Ya BapaKu,  jikalau Engkau mau, ambillah cawan ini dari padaKu; tetapi bukanlah kehendakKu,  melainkan kehendakMulah yang terjadi.”   (Lukas 22:42).  Dalam ayat yang ke-44 dikatakan bahwa Yesus sangat ketakutan.  Bahkan dalam Markus 14:34, Yesus berkata bahwa “Hatiku sangat sedih, seperti mau mati rasanya…  Secara manusia, Tuhan Yesus pernah mengalami ketakutan dan sangat sedih.  Ia tahu bagaimana rasanya ketakutan dan kesedihan itu.   Bukankah hal ini juga banyak dialami oleh orang-orang percaya?  Masalah yang begitu besar telah banyak membuat orang ketakutan.  Persoalan hidup yang berat telah membuat banyak orang sangat bersedih, bahkan tidak sedikit yang berkata “seperti mau mati saja rasanya.”   Apakah Anda saat ini termasuk dalam kelompok orang-orang yang mengalami ketakutan dan kesedihan?  Mungkin karena persoal- an ekonomi dan beban hidup, mungkin karena masalah pekerjaan dan usaha, atau mungkin karena masalah ketidakharmonisan keluarga?  Ketakutan dan kesedihan itu adalah wajar secara manusia, tetapi Anda harus dapat mengatakan kepada Tuhan:     biarlah kehendakMu yang terjadi.  Letakkan pengharapan Anda seutuhnya kepada Kuasa Tuhan.  Apapun masalah Anda, satu hal yang pasti, Anda tidak merasakannya sendiri.  Ada Tuhan Yesus yang turut merasakan apa yang Anda rasakan.  Tuhan kita adalah Tuhan yang mengerti dan turut merasakan kelemahan-kelemahan kita.  Anda hanya perlu datang kepadaNya dan ingat kepada Yesus yang telah tekun menanggung segala penderitaan.  Ketika Anda menghampiriNya dan mengingat Yesus, maka Anda menjadi kuat (tidak lemah) dan tidak pernah putus asa lagi. 


Memperoleh Tuaian

Galatia 6:9 : Janganlah kita jemu-jemu berbuat baik, karena apabila sudah datang waktunya, kita akan menuai, jika kita tidak menjadi lemah.  Ketekunan menghasilkan kekuatan.  Kekuatan berarti tidak lemah.  Jadi jika kita tekun, kita akan memperoleh tuaian.  Maukah Anda menerima tuaian dari Allah?  Belajarlah dari teladan Salib : Tekunlah di dalam Tuhan. 


KATEGORI



ARTIKEL POPULER



ARSIP